Mempercepat loading website berbasis PHP codeigniter

Mempercepat loading website berbasis PHP codeigniter –Sebenarnya pembahasan ini banyak yang sudah membahasnya, namun apa salahnya saya mencoba membagikan ulang ilmu ini menurut versi ku sendiri. Saya ingin sharing seputar bagaimana cara meningkatkan kinerja loading pada sebuah website berbasis PHP codeigniter. Sebenarnya codeingiter sendiri sudah menyediakan fitu itu sendiri, kita hanya cukup memakainya saja πŸ™‚

1. Tag Header

Kode di atas merupakan kode header biasa yang berfungsi untuk meng-cache. Β Cara ini bukan lah bawaan dari codeigniter, bisa di bilang ini adalah cara umum. Cara menggunakannya pun anda cukup letakan kode di atas di bagian header file view (untuk codeigniter) . Anda bisa mengatur waktu kadaluarsa cache-nya pada bagian Expires.

2. Gzip Comperssion
Gzip sendiri merupakan format file dan aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk kompresi file dan dekompresi. Gzip comperssion, sama seperti namanya comperssion yang artinya mengkompres (memperkecil). Pada web sendiri ini berfungsi untuk mengecilkan ukuran html, sehingga data yang dikirimkan oleh server ke client lebih kecil dan lebih cepat.

Untuk fitur ini sebenarnya di codeigniter sudah tersedia, kita hanya cukup memakainya saja, untuk mengaktifkan ini anda cukup atur di file application/config/config.php , ubah nilai$config[‘compress_output’] menjadi TRUE.

Note : Dalam menggunakan kompresi gzip, hindari penggunaan kode echo dalam controller codeigniter. Jika ingin menampilkan sesuatu dengan menggunakan echo, seperti menampilkan json

Bisa di ganti menjadi

3. Cache
Cache ini sudah tersedia pada codeigniter, fungsinya untuk mempercepat pengaksesan suatu web.
Cache ini akan menyimpan halaman web yang sebelumnya telah diakses, sehingga apabila halaman sebelumnya diakses kembali, sistem akan menampilkan halaman yang ada di cache.
Berikut adalah kode cache di codeigniter :

n pada kode di atas merupakan sebuat digit yang merepresentasikan berapa menit cache akan disimpan. Untuk penggunaannya sendiri anda cukup meletakan kode di atas pada tiap fungsi yang ada di controller πŸ˜€ . Sedikit saran, untuk penggunaan cara yang satu ini, letakan lah cache ini pada fungsi yang bertugas menampilkan data yang statik (tidak berubah-ubah datanya ketika fungsi tersebut berulang kali diakses).

Note : cache yang di generate oleh codeigniter akan disimpan di folder cache sejajar dengan folder config, controllers, models, views dll. Pastikan folder cache memiliki hak akses untuk read/write.

Cara satu dan dua ada sedikit persamaan, kedua cara tersebut akan meng-cache halaman yang sudah pernah di buka. Tetapi di antara keduanya ada sedikit perbedaan. Bedanya, jika pada cara satu, dia akan menyimpan cache nya di browser client, tetapi cara ke dua dia akan menyimpan cache nya di dalam codeigniter itu sendiri.

Jika ditanya mana yang lebih bagus ?
jawabannya : saya tidak tahu

Disini saya tidak akan memberi penilaian mana yang lebih bagus, penilaian saya serahkan kepada anda sendiri sebagai pemakai hehehe, maaf aku mah hanya newbie πŸ™‚ πŸ˜€

Mungkin tutorial kali ini saya cukupkan sampai disini, Saya ucapkan mohon maaf jika ada salah kata ataupun teori yang sudah di sampaikan πŸ™‚ . silahkan koreksi via komentar jika pada tutorial ini terdapat sebuah kesalahan πŸ˜€

Terimakasih πŸ™‚

Related Posts
Leave a reply